WISATA KOTA SEMARANG
FIRST DAY
Semarang merupakan ibu kota
provinsi Jawa Tengah. Selain ibu kota provinsi kota semarang juga memiliki
beberapa destinasi wisata yang menarik dan mudah dijangkau. Berbekal map di
android saya mulai perjalanan di kota semarang selama dua hari satu malam.
Berangkat dari stasiun pasar
senen pukul 23.00 wib dan tiba di stasiun Semarang-Poncol sekitar pukul 6.30
wib. Sampai di stasiun Semarang-Poncol, saya menyempatkan diri mencari sarapan
di sekitar stasiun. Tidak jauh dari pintu keluar stasiun, 500m ke arah kiri
terdapat warung soto yang cukup ramai. Saya mencoba soto ayam dengan nasi yang
telah dicampur yang di sajikan aneka sate mulai dari sate telur, kerang hingga
jeroan dan tidak ketinggalan ada tempe goreng. Rasa soto di sana lumayan untuk
mengisi perut yang kosong dan di tambah dinginnya udara kereta semalam.
Kota Lama
Selesai makan saya melanjutkan
perjalanan menuju kota dengan menggunakan trans semarang atau bts. Dengan
membayar 3500 sekali perjalanan, saya sampai di halte terdekat dengan kota lama
dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.
![]() |
| gereja bleduk - kota lama (doc pribadi) |
Kota lama merupakan salah satu
destinasi wisata di Kota Semarang. Terdapat banyak bangunan lama seperti Kota
Tua di Jakarta, hanya menurut saya lebih terawat di bandingkan di Jakarta.
Menelusuri kota Lama, saya menuju gereja bleduk yang menjadi salah satu spot
foto di kota lama.
Disamping gereja juga terdapat Taman Sri Gunting yang asri
dan sangat asik untuk tempat kongkow. Selain itu juga terdapat beberapa sepeda
ontel dan bisa berfoto disana dengan biaya seikhlasnya. Sangat menyenangkan di
tengan kota terdapat taman asri dengan pemandangan bangunan-bangunan lama yang
terawat.
![]() |
| salah satu bangunan khas di kota lama (doc pribadi) |
Kenteng Sam Poo Kong
Dari Kota Lama saya melanjutkan
perjalanan ke klenteng Sam Poo Kong di
daerah atas biasa orang disana menyebutnya. Berbekal informasi dari tukang
kebun di taman sri gunting saya menggunakan transportasi online menuju kesana.
Waktu perjalanan sekitar 30 menit.
![]() |
| gerbang masuk klenteng sam poo kong (doc pribadi) |
Sampai disana ternyata sudah
ramai wlaupun masih pagi karena ada acara dari beberapa sekolah serta adanya
bazar kuliner. Harga tiket masuk reguler sekitar 10.000 dan terusan 28.000 per
orang. Saya memilih untuk membeli yang terusan. Perbedaan tiket terusan dan
regular yaitu terusan kita bisa memasuki wilayah klenteng yang biasa di gunakan
untuk beribadah sedangkan regular sebaliknya.
![]() |
| patung laksamana cheng ho (doc pribadi) |
Klenteng Sam Poo Kong merupakan
tempat persinggahan pertama seorang laksamana Tiongkong beragama Islam yang
bernama Cheng Ho. Namun kini tepat itu di jadikan klenteng karena Laksamana
Cheng Ho di anggap sebagai dewa.
![]() |
| klenteng sam poo kong (doc pribadi) |
Selesai berkeliling dan
berfoto-foto, saya meneduh di aula di komplek klenteng sambil menikmati
pemandangan klenteng karena cuaca saat itu cukup terik. Setelah energi
terkumpul kembali saya berjalan di bazar dan menikmati beberapa kuliner disana.
![]() |
| duplikasi kapal laksamana cheng ho (doc pribadi) |
Perjalanan saya lanjutkan menuju
jalan panandaran untuk check- in hotel. Sebelum menuju hotel saya sempatkan
mampir ke Ciputra Mall untuk membeli beberapa kebutuhan yang tertinggal. Menuju
ke Ciputra Mall saya menggunaka transportasi online. Adanya transportasi online
menurut saya sangat membantu untuk berpergian dengan jarak yang lumayan jauh
karena harganya yang pasti. Selesai membeli kebutuhan saya menggunakan becak
menuju jalan panandaran sambil menikmati suasana simpang lima siang hari.
Sore harinya saya menikmati tahu
bakso dan lumpia khas semarang sebagai cemilan. Sebagai informasi keuntungan
peninapan di sekitar jalan panandaran adalah mudahnya untuk membeli makanan
sebagai oleh-oleh, karena di sepanjang jalan di penuhi penjual oleh-oleh dari
mulai toko atau pun warung-warung kaki lima.
Masjid Agung Jawa Tengah
Setelah makan saya melanjutkan perjalanan
menuju Masjid Agung Jawa Tengah dengan menggunakan becak sekitar 30.000,-
karena lokasinya cukup jauh. Perjalanan ditempuh sekitar setengah jam. Setiap
trip saya selalu ingin menyempatkan diri mengunjungi masjid raya yang ada
dikota tersebut.
Masjid disana bergaya arsitektur
jawa yang di campur dengan arsitektur khas islam dan romawi. Masya Allah masjid
tersebut megah dan sangat indah, saya menyempatkan diri disana hingga waktu
isya. Akan lebih indah untuk berfoto
disana waktu siang hari. Di dalam masjid juga terdapat Mushaf Akbar yang
berukuran 145cm x 95cm.
Dari masjid raya saya menuju
ke mall paragon, mungkin saya salah satu
anak kota dan ketergantungan dengan mall. Walaupun kesana hanya window shopping
aja. Hehehehe. Setelah puas berkeling-keling mall, saya berjalan kaki menuju
penginapan sambil menikmati suasana kota semarang pada malam hari. Sepanjang
jalan saya melewati kantor bupati Semarang, Lawang Sewu malam hari yang indah
dan Tugu Muda.
SECOND DAY
Berjalan di sekitar jalan Panandaran untuk membeli sedikit
buah tangan, sudah menjadi kebiasaan saya saat singgah si suatu tempat. Lumpia,
bandeng vacum dan wingko babat saya rasa sudah cukup untuk di bawa kembali ke
Jakarta. Sebelum menuju stasiun Tawang saya menyempatkan untuk mampir ke soto
bangkong yang cukup terkenal di Semarang. Soto bangkong ini bukan soto kodok lo
ya, melainkan soto ayam dan ayam goreng yang menjadi menu andalan disana. Menuju
ke soto bangkong cukup dengan 15.000,- dari jalan Panandaraan mengunakan becak.
Selesai makan siang di soto bangkong saya melanjutkan perjalanan menuju lawang
sewu.
Lawang Sewu
Lawang sewu yang dalam bahasa
Indoensia berarti pintu seribu. Gedung ini merupakan bagunan peninggalan
belanda yang terletak di Kota Semarang yang memiliki pintu sangat banyak
walaupun jumlahnya tidak mencapai seribu. Saat ini bagunan disana di rawat dan
di lestarikan oleh PT Kereta Api Persero. Tiket masuk lawang sewu sebesar
10.000,-/orang.
![]() |
| lawang sewu (doc pribadi) |
Layaknya museum, terdapat
berbagai model stasiun kereta yang di abadikan dalam foto dan di bagian halaman
depan terdapat lokomotif kereta api zaman dahulu. Selain sebagai wisata sejarah
lawang sewu memiliki spot foto yang bagus. Selesai berkeliling saya melanjutkan
perjalanan munuju stasiun Tawang. Ini hanya sebagai kecil wisata di kota
Semarang ya baru sempat saya kunjungi. Semoga lain waktu ada kesempatan untuk
kembali berkeliling Semarang dan tidak hanya di kota saya.









Comments
Post a Comment